MASYARAKAT DALAM SUNNAH

Seorang Muslim sejati ialah muslim yang tidak merugikan orang lain, baik melalui lisan maupun tangannya. Rasululah SAW bersabda :
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ (صحيح مسلم -ج 1 / ص 48)
“Orang Islam pada hakikatnya ialah orang Islam lainnya selamat (terhindar) dari lisan dan tangannya” (HR. Muslim)
Demikian pula seorang muslim itu tidak merugikan tetangga, menghormati tamu, dan lebih baik diam jika tak sanggup berbicara yang santun. Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِى جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ.(صحيح مسلم – ج 1 / ص 49)
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah menyakiti tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, haruslah memuliakan tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, haruslah berbicara yang baik atau jika tidak sanggup diam saja” (HR. Muslim)
Perhatian seorang muslim kepada saudaranya adalah bukti dirinya itu mencintai orang lain seperti ia mencintai diri sendiri. Untuk itu membiasakan tadzkirah dan mudzakarah, tawashi merupakan sarana paling sederhana lagi mudah dalam memasuki area masyarakat yang heterogen. Rasulullah SAW bersabda :
لا يُؤمِنُ أحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحبُّ لِنَفْسِهِ ( مُتَّفَقٌ عَلَيهِ).
“Tidaklah beriman seseorang di antara kamu sebelum mencintai orang lain sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim)
Demikian pula selalu berusaha agar bisa meringankan kesulitan orang lain, tetangga sebab Allah akan meringankan kesulitannya di akhirat. Rasulullah SAW bersabda ;
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
(صحيح مسلم – ج 8 / ص 71)
“Barangsiapa meringankan kesulitan orang lain di dunia, niscaya Allah meringankan dirinya dari kesulitan di hari kiamat” (HR. Muslim)
اُعْبُدُوا الرَّحْمَنَ وَ أَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَ أَفْشُوا السَّلَامَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
Sembahlah Allah Yang Maha Pengasih, berikanlah makanan dan sebarkan salam, maka kalian akan masuk surga dengan selamat.
وعن أبي هريرة أيضا قال : قال رسول لله صلى الله عليه وسلم: إِنَّ اللهَ تَعَالَى خَلَقَ الْـخَلْقَ حَتَّى إِذَافُرِغَ مْنْهُمْ قَامَت ِالرَّاحِمُ فَقَالَتْ : هَذَا مَقَام ُالْعَائِذِ بِكَ مِنَ الْقَطِيْعَةِ, قَالَ :نَعَمْ, أَمَّا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكَ وَأَقْطَعُ مَنْ قَطَعَكَ؟ قَالَتْ : بَلَى, قَالَ: فَذَ لِكَ لَكَ, ثُمَّ قَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم.: إِقْرَؤُا إِنْ شِئْتُمْ ” فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ. أَنْ تُفْسِدُوا فِى الْأَرْضِ وَتَقْطَعُوا أَرْحَامَكُمْ. اُولآئِكَ الَّذِيْن َلَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَاَعْمَى أَبْصَارَهُمْ. (متفق عليه) وفى رواية للبخارى : فقال الله تعالى : مَنْ وَصَلَكَ وَصَلْتُهُ, وَمَنْ قَطَعَكَ قَطَعْتُهُ.
“Abu Hurairoh juga meriwayatkan, bahwa Rasululah SAW bersabda: ”Sesungguhnya Allah telah mencipta makhluk, sehinga apabila ciptaan antara meraka itu telah sempurna, lalu rahim (tali perhubungan) bangkit seraya berucap, ”Inikah tempat peminta perlindungan kepada- Mu dari pemutus itu? Allah menjawab: Ya, sukakah engkau jika Aku akan menyambung (hubungan) dengan engkau, dan Akupun akan memutus (hubungan) dengan orang yang memutuskan hubungan dengan engkau? Rahim itu menjawab: Ya, aku suka. Lalu jawab Allah: ”Itulah hakmu.” Selanjutnya Rasululloh SAW bersabda: ”Bacalah ayat ini jika kalian suka. Apakah sekiranya kamu telah berkuasa, lalu kamu akan membuat kerusakan di permukan bumi dan memutus-mutus hubungan dengan keluarga kamu? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah, yaitu Allah tulikan mereka dan butakan mereka. (HR. Bukhari Muslim). Dan dalam sebuahh riwayat oleh Bukhari, disebutkan: Allah berfirman (dalam hadis qudsi itu) : ”Siapa yang menyambung hubungan dengan engkau, maka Aku akan menyambung hubungan dengannya, dan siapa yang memutuskan hubungan dengan engkau, maka Aku akan memutuskan hubungan dengannya.”
Dalam banyak hadits, Nabi SAW juga membimbing tentang cara berbuat baik kepada tetangga antara lain:
1. Jika ia pinjam kepadamu, maka pinjamilah.
2. Jika ia minta pertolongan, maka tolonglah.
3. Jika ia sakit maka kunjungilah.
4. Jilka ia membutuhkan apa-apa berilah.
5. Jika ia fakir maka bantulah.
6. Jika ia mendapatkan kesenangan, ucapkanlah selamat kepadanya.
7. Jika ia tertimpa musibah.
8. Jika ia meninggal dunia ikutilah jenazahnya.
9. Janganlah rumah mereka engkau tutup dengan bangunan kita, sehingga mereka terhalang mendapatkan udara, kecuali dengan izinnya.
10. Janganlah mengganggu mereka dengan bau masakan kita kecuali kalau kita memberi sekedarnya kepada mereka.
11. Jika engkau membeli buah-buahan hadiahilah mereka, kalau hal itu tidak engkau lakukan maka bawalah masuk ke dalam rumah dengan cara rahasia dan janganlah anakmu membawanya keluar rumah yang menyebabkan anak tetangga itu menginginkannya.

Kemudian dalam hal urutan mana yang harus didahulukan, maka tetangga yang rumahnya lebih dekat itulah yang harus didahulukan jika hendak memberikan sesuatu ataupun memberikan bantuan. Hal tersebut telah dijelaskan dalam Al Quran;

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا
artinya:“Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, berbuat baiklah kepada orang tua, sanak kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.”

C. PENUTUP
Demikianlah gambaran ringkas tentang muslim dan masyarakat yang telah digariskan dalam quran dan hadits –hadits nabi SAW, semoga kita bias mengamalkannya. Amien.

Tentang admin_blog

Blog Pribadi
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s