Metode Pendidikan Islam dalam Al Quran dan Al Hadis

A.    PENDAHULUAN

Pendidikan Islam merupakan bagian dari usaha manusia dalam mengembangkan  potensi yang tersembunyi dengan pengarahan, bimbingan dan latihan bagi peserta didik melalui ajaran Islam yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah ke arah tujuan hakikatnya sebagai manusia dengan menggunakan perangkat-perangkat pendidikan yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, adanya sasaran dan tujuan merupakan kemutlakan dalam proses kependidikan. Sasaran yang hendak dicapai dirumuskan secara jelas yang kemudian dikenal dengan tujuan pendidikan. Sedangkan sarana dan tata cara agar tujuan pendidikan itu tercapai dikenal dengan metode pendidikan.

Sebagai sebuah pendidikan, tentunya dalam sisi prakteknya ada pula materi yang dijadikan bahasan selama proses pendidikan itu berlangsung. Materi-materi tersebut merupakan bahan-bahan yang disajikan dalam proses pendidikan Islam baik formal mauppun non formal.

B.     PENTINGNYA METODOLOGI  DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Kata metode berasal dari bahasa Yunani. Secara etimologi, kata metode berasal dari dari dua suku perkataan, yaitu meta dan hodos. Meta berarti “melalui dan hodos berrti “jalan” atau “cara”. [2] Dalam Bahasa Arab metode dikenal dengan istilah thariqah (  طريقة) yang berarti langkah-langkah strategis yang harus dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. [3]Sedangkan dalam bahasa Inggris metode disebut method yang berarti cara.[4]

Sedangkan menurut terminologi (istilah) para ahli memberikan definisi yang beragam tentang metode, terlebih jika metode itu sudah disandingkan dengan kata pendidikan atau pengajaran diantaranya :

Winarno Surakhmad mendefinisikan bahwa metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan.[5]

Abu Ahmadi mendefinisikan bahwa metode adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur.[6]

Ramayulis mendefinisikan bahwa metode mengajar adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan demikian metode mengajar merupaka alat untuk menciptakan proses pembelajaran.[7]

Omar Mohammad mendefinisikan bahwa metode mengajar bermakna segala kegiatan yang terarah yang dikerjakan oleh guru dalam rangka kemestian-kemestian mata pelajaran yang diajarkannya, cirri-ciri perkembangan muridnya, dan suasana alam sekitarnya dan tujuan menolong murid-muridnya untuk mencapai proses belajar yang diinginkan dan perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku mereka.[8]

Berdasarkan definisi yang dikemukakan para ahli mengenai pengertian metode di atas, beberapa hal yang harus ada dalam metode adalah :Adanya tujuan yang hendak dicapai, Adanya aktivitas untuk mencapai tujuan, Aktivitas itu terjadi saat proses pembelaran berlangsung, Adanya perubahan tingkah laku setelah aktivitas itu dilakukan.

Di dalam Al Quran terdapat banyak thariqah atau metodologi pendidikan yang mengacu pada prinsip rabbaniyah. Disifati rabbaniyah, karena metodologi yang digunakan berdasar pada wahyu ilahiyah, yang diaplikasikan oleh Rasulullah SAW dengan bimbingan dari Allah SWT. Prinsip rabbaniyah dalam metodologi pendidikan Qurani ini sangat jelas dalam memberikan hasil dan mutu untuk sebuah proses pendidikan manusia.

Metode dan pendekatan yang digunakan didalamnya adalah merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dalam sistem proses belajar mengajar yang berlangsung ditengah manusia sepanjang zaman. Karenanya dalam pendekatan metodologi telah terbukti ampuh sebagaimana bisa ditelaah dalam sejarah pendidikan masa lalu. Metodologi-metodologi  yang terkandung didalam Al Quran tersebut, menjadi menarik untuk diteliti dan diperdalam  analisisnya untuk kemudian dari hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan bagi perkembangan kemajuan pendidikan Islam dimasa mendatang.  Maka dengan mempertimbangkan kepentingan banyak pihak ini kajian metodologi pendidikan Islam yang rabbaniyah perlu digiatkan dan diberdayakan dengan baik dan maksimal.

Tidaklah berlebihan jika ada sebuah ungkapan “الطريقة أهم من المادة”, bahwa metode jauh lebih penting dibanding materi. Karena sebaik apapun tujuan pendidikan jika tidak didukung oleh metode yang tepat, maka tujuan tersebut sangat sulit untuk dapat tercapai dengan baik. Sebuah metode akan mempengaruhi sampai tidaknya suatu informasi secara lengkap atau tidak. Oleh sebab itu pemilihan metode pendidikan harus dilakukan secara cermat, disesuaikan dengan berbagai faktor terkait, sehingga hasil pendidikan dapat memuaskan.[9]

Apa yang dilakukan Rasulullah SAW saat menyampaikan wahyu Allah kepada para sahabatnya bisa kita teladani,  karena Rasul SAW sejak awal sudah   mengimplementasikan metode pendidikan yang tepat terhadap para sahabatnya. Strategi pembelajaran yang beliau lakukan sangat akurat dalam menyampaikan ajaran Islam. Rasulullah SAW sangat memperhatikan situasi, kondisi dan karakter seseorang, sehingga nilai-nilai Islami dapat ditransfer dengan baik. Rasulullah SAW juga sangat memahami naluri dan kondisi setiap orang, sehingga beliau mampu menjadikan mereka suka cita, baik meterial maupun spiritual, beliau senantiasa mengajak orang untuk mendekati Allah SWT dan syari’at-Nya.


[1]   Ditulis oleh Darsitun, S.Pd.I. Mahasiswa S2 Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam ( MPI ) Pasca Sarjana STAIN Purwokerto 2012

[2]    Ramayulis dan Samsu Nizar, Filsafat Pendidikan Islam, Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya, Jakarta : Kalam Mulia, 2009, hal. 209.

[3]  Shalih Abd. Al Aziz, At Tarbiyah Wa Thuriq Al Tadris, Kairo, Darul Maarif, 1419 H, hal. 196 dalam    Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta : Kalam Mulia, 2008, hal. 2-3.

[4]   John M.  Echol dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1995, hal. 379.

[5]    Surakhmad, Pengantar Interaksi Belajar Mengajar, Bandung : Tarsito, 1998, hal. 96

[6]    Abu Ahmadi, Strategi Belajar Mengajar, Bandung : Pustaka Setia, 2005, hal. 52

[7]    Ramayulis, Metodologi …..hal. 3

[8]    Omar Mohammad, Falsafah Pendidikan Islam, Jakarta : Bulan Bintang, 1979, hal.553

[9]  Qamari Anwar, Pendidikan sebagai Karakter Budaya Bangsa, Jakarta, UHAMKA Press, 2003, halaman. 42

Tentang admin_blog

Blog Pribadi
Tulisan ini dipublikasikan di Studi Ayat Tarbiyah dan Hadits Tarbawi. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s